Pro Dan Kontra Rokok Herbal - Benarkah rokok herbal tidak berbahaya, bahkan ada yang menyatakan bahwa tembakau itu tidak menyebabkan kanker, melainkan justru obat kanker. Hal itu dibantah oleh Koordinator Quit Tobacco Indonesia Fakultas Kedokteran (FK) UGM Yayi Suryo Prabandari. Menurutnya, herbal maupun rokok sintetis itu masih ada nikotinnya dan bisa menyebabkan gangguan jantung.
Sebuah
studi yang dilakukan oleh National Institute on Drug Abuse Intramural
Research Program di Baltimore menemukan bahwa rokok kretek maupun rokok
yang menyatakan bebas bahan adiktif seperti rokok herbal, tetap
mengandung kadar nikotin yang sama dengan rokok yang sudah ada selama
ini. Peneliti di Quit Tobacco Indonesia pernah meneliti rokok herbal ternyata tetap ada tembakau. Sehingga apabila rokok itu dinyalakan atau di konsumsi, tetap saja satu batang rokok mengandung 7000 bahan kimia dan 69 diantaranya karsinogen.
Sehingga hal itu berbahaya bagi perokok maupun orang yang terkena asap rokok. Soal rokok herbal tersebut sudah dilakukan pengujian di beberapa negara, sehingga beberapa negara tetap melarangnya. Selama ini rokok herbal lebih banyak di distribusikan di negara-negara Asia. Isu bahwa tembakau itu obat kanker, menurut penelitian tetapi belum dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. Kalau hasil penelitian itu belum masuk jurnal ilmiah, maka tidak akan menjadi referensi. Bahkan, dia menambahkan, sampai saat ini belum satu pun hasil penelitian ilmiah yang dipublikasikan di jurnal internasional yang menyatakan bahwa tembakau itu bermanfaat bagi kesehatan.
Justru di Fakultas Pertanian UGM sedang melakukan penelitian tembakau itu menjadi salah satu disinfektan yakni sebagai salah satu campuran pembersih. Sekarang penelitian tersebut sedang dalam taraf pengujian. Kalau dari Fakultas Pertanian melakukan penelitian tembakau bukan untuk di konsumsi manusia tetapi sebagai disinfektan. Mereka melakukan penelitian tersebut dengan alasan supaya apabila tanaman tembakau, masih bisa dimanfaatkan untuk yang lain, karena untuk bahan rokok lebih banyak bahayanya.
Justru di Fakultas Pertanian UGM sedang melakukan penelitian tembakau itu menjadi salah satu disinfektan yakni sebagai salah satu campuran pembersih. Sekarang penelitian tersebut sedang dalam taraf pengujian. Kalau dari Fakultas Pertanian melakukan penelitian tembakau bukan untuk di konsumsi manusia tetapi sebagai disinfektan. Mereka melakukan penelitian tersebut dengan alasan supaya apabila tanaman tembakau, masih bisa dimanfaatkan untuk yang lain, karena untuk bahan rokok lebih banyak bahayanya.
