Hipotensi atau biasa disebut tekanan darah rendah akan terjadi pada seseorang yang mengalami atau sering pusing, menguap, penglihatan kurang jelas atau kunang-kunang, terutama setelah duduk lama lalu berjalan, keringat dingin, merasa cepat lelah dan tidak bertenaga, bahkan mengalami pingsan yang berulang-ulang.
Secara umum penderita Hipotensi akan mengalami detak atau denyut nadi terasa lemah dan wajah yang pucat. Kondisi ini dikarenakan suplai darah yang tidak maksimal ke seluruh jaringan tubuh. Yang paling peka terhadap kondisi ini adalah sel saraf, otak dan otot, sehingga inilah yang menyebabkan mudah capek, pusing dan kurang gesit baik secara fisik dan psikis.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya Hipotensi :
- Kurangnya pemompaan darah dari jantung.
- Pendarahaan yang hebat sehingga menyebabkan jumlah darah berkurang, diare yang tidak cepat teratasi, keringat berlebihan, buang air kecil atau kemih berlebihan juga menjadi faktor terjadinya penurunan tensi darah.
- Pelebaran pembuluh darah juga mampu menyebabkan turunnya tekanan darah, biasanya sebagai dampak dari syok septik, pemaparan oleh panas, diare, obat-obatan vasodilator.
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki Hipotensi, seperti :
- Tidur teratur, jaga waktu tidur (normal 8 jam)
- Tidurlah dengan posisi kepala yang diganjal dengan bantal sehingga kepala terangkat sedikit untuk memerangi efek gravitasi, dan dapat memperbaiki hipotensi ortostatik melalui mekanisme berkurangnya tekanan arteri ginjal yang selanjutnya akan merangsang pelepasan renin dan meningkatkan volume darah.
- Atau letakkan satu kaki di atas bantal dan condongkan tubuh sejauh mungkin untuk mendorong darah mengalir dari kaki ke jantung.
- Hati-hati ketika bangun tidur, jangan langsung bangkit berdiri dari tempat tidur di pagi hari, bernapaslah dalam-dalam selama beberapa menit dan duduk pelan-pelan sebelum berdiri.
- Mandi dengan air hangat.
- Mengkonsumsi makanan yang cukup mengandung kadar garam.
- Makan makanan bergizi secara teratur, dan berkalori tinggi seperti : daging, ikan, kacang-kacangan, kedelai, kelapa, gula aren, bubur kacang hijau, perbanyak makan buah-buahan dan sayuran yang mengandung zat Fe seperti bayam, kangkung, daun singkong, daun katuk.
- Agar tekanan darah tidak turun drastis setelah makan, makanlah dalam porsi yang sedikit tetapi sering.
- Minum air putih 8-10 gelas per hari, sesekali minum kopi agar memacu peningkatan degup jantung sehingga tekanan darah akan meningkat.
- Minum obat penambah darah.
- Berolah raga teratur seperti berjalan pagi selama 30 menit, minimal 3x seminggu dapat membantu mengurangi timbulnya gejala.
- Minum vitamin. Pemberian obat (meningkatkan darah) hanya dilakukan apabila diperlukan saja, selain itu dokter hanya memberi vitamin.
- Hindari stres dan alkohol.
Demikian ulasan singkat mengenai penyakit Hipotensi dan cara mengatasinya, selamat mencoba.
Secara umum penderita Hipotensi akan mengalami detak atau denyut nadi terasa lemah dan wajah yang pucat. Kondisi ini dikarenakan suplai darah yang tidak maksimal ke seluruh jaringan tubuh. Yang paling peka terhadap kondisi ini adalah sel saraf, otak dan otot, sehingga inilah yang menyebabkan mudah capek, pusing dan kurang gesit baik secara fisik dan psikis.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya Hipotensi :
- Kurangnya pemompaan darah dari jantung.
- Pendarahaan yang hebat sehingga menyebabkan jumlah darah berkurang, diare yang tidak cepat teratasi, keringat berlebihan, buang air kecil atau kemih berlebihan juga menjadi faktor terjadinya penurunan tensi darah.
- Pelebaran pembuluh darah juga mampu menyebabkan turunnya tekanan darah, biasanya sebagai dampak dari syok septik, pemaparan oleh panas, diare, obat-obatan vasodilator.
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki Hipotensi, seperti :
- Tidur teratur, jaga waktu tidur (normal 8 jam)
- Tidurlah dengan posisi kepala yang diganjal dengan bantal sehingga kepala terangkat sedikit untuk memerangi efek gravitasi, dan dapat memperbaiki hipotensi ortostatik melalui mekanisme berkurangnya tekanan arteri ginjal yang selanjutnya akan merangsang pelepasan renin dan meningkatkan volume darah.
- Atau letakkan satu kaki di atas bantal dan condongkan tubuh sejauh mungkin untuk mendorong darah mengalir dari kaki ke jantung.
- Hati-hati ketika bangun tidur, jangan langsung bangkit berdiri dari tempat tidur di pagi hari, bernapaslah dalam-dalam selama beberapa menit dan duduk pelan-pelan sebelum berdiri.
- Mandi dengan air hangat.
- Mengkonsumsi makanan yang cukup mengandung kadar garam.
- Makan makanan bergizi secara teratur, dan berkalori tinggi seperti : daging, ikan, kacang-kacangan, kedelai, kelapa, gula aren, bubur kacang hijau, perbanyak makan buah-buahan dan sayuran yang mengandung zat Fe seperti bayam, kangkung, daun singkong, daun katuk.
- Agar tekanan darah tidak turun drastis setelah makan, makanlah dalam porsi yang sedikit tetapi sering.
- Minum air putih 8-10 gelas per hari, sesekali minum kopi agar memacu peningkatan degup jantung sehingga tekanan darah akan meningkat.
- Minum obat penambah darah.
- Berolah raga teratur seperti berjalan pagi selama 30 menit, minimal 3x seminggu dapat membantu mengurangi timbulnya gejala.
- Minum vitamin. Pemberian obat (meningkatkan darah) hanya dilakukan apabila diperlukan saja, selain itu dokter hanya memberi vitamin.
- Hindari stres dan alkohol.
Demikian ulasan singkat mengenai penyakit Hipotensi dan cara mengatasinya, selamat mencoba.
