Bagaimana Pacaran Di Usia Dini ? Pacaran di usia dini, terutama pada anak usia 13 tahun yang tergolong remaja awal, adalah melihat dari domain sosio-emosional, lebih dalam konteks sosial. Remaja yang berpacaran itu, bukan untuk menjalin atau membina kasih sayang, tetapi lebih untuk status, ujar Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi. Merasa laku karena diterima oleh lawan jenis, di satu sisi ada kebutuhan untuk berteman dan di sisi lain ingin dianggap populer oleh teman-temannya. Kalau keluarga membolehkan anaknya pacaran di usia 13 tahun, ya bisa saja.
Waktu untuk berpacaran sebenarnya tidak ada patokan usia dan tergantung dari aturan keluarga. Ada keluarga yang membolehkan pacaran saat kuliah, ada juga aturan dalam keluarga yang baru boleh berpacaran saat sudah selesai kuliah. Di keluarga lain, saat masih SMA, anak-anaknya sudah boleh pacaran selama tidak menggangu pelajaran. Sementara di keluarga lain, tidak ada aturan dalam hal berpacaran. Tidak pernah ada kata ideal untuk berpacaran, semua tergantung atas ketentuan di dalam keluarga mereka. Hanya saja, gaya berpacaran di usia 13 tahun ini, tetap harus diketahui dan dikontrol oleh orang tua.
Waktu untuk berpacaran sebenarnya tidak ada patokan usia dan tergantung dari aturan keluarga. Ada keluarga yang membolehkan pacaran saat kuliah, ada juga aturan dalam keluarga yang baru boleh berpacaran saat sudah selesai kuliah. Di keluarga lain, saat masih SMA, anak-anaknya sudah boleh pacaran selama tidak menggangu pelajaran. Sementara di keluarga lain, tidak ada aturan dalam hal berpacaran. Tidak pernah ada kata ideal untuk berpacaran, semua tergantung atas ketentuan di dalam keluarga mereka. Hanya saja, gaya berpacaran di usia 13 tahun ini, tetap harus diketahui dan dikontrol oleh orang tua.
Posting Komentar