Yang namanya Mitos selalu ada, bahkan bisa menjadi sebuah kepercayaan bagi orang yang meyakini akan mitos tersebut. Padahal mitos bukan merupakan sebuah kejadian yang nyata, kecuali bisa dibuktikan kebenarannya. Seperti mitos terselubung tentang masalah seks, yang terkadang diyakini, namun dampaknya justru mengekang anda.
Berikut mitos terselubung tentang masalah seks yang mungkin sering anda dengar, diantaranya :
- Hubungan seks minimal tiga kali seminggu, meski pun hal ini baik untuk kesehatan dan keharmonisan rumah tangga. Namun ketika pasangan menjadikan hal ini sebagai satu kewajiban yang harus dipenuhi, maka stres dapat melanda jika target yang diharapkan tidak terpenuhi. Daripada memikirkan berapa banyak bercinta dalam sepekan, sebaiknya pikirkan bagaimana meningkatkan kualitas hubungan seks anda. Meski anda bercinta kurang dari 3 kali dalam seminggu tetapi jika hubungan seks anda berkualitas dan sangat memuaskan, maka hitungan di atas tidak perlu dijadikan patokan.
- Seks harus dilakukan secara spontan, hal ini tidak sepenuhnya benar, karena beberapa orang kerap mengeluh kesakitan akibat spontanitas yang berlebihan.
- Melakukan seks karena suasana hati yang baik dan senang, hal ini juga tidak benar namun baik bagi anda. Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi suasana hati seseorang, baik itu kelelahan, kebisingan, anak menangis dan masih banyak lagi. Nah, jika anda berencana menunggu hingga suasana hati anda berdua sama-sama baik, berarti anda termasuk orang yang sabar dalam hubungan seks.
- Kualitas dan kepuasan hubungan seks tidak berpatokan pada berapa lama anda bertahan di atas ranjang, jadi hal ini juga tidak selamanya benar. Karena tidak mungkin anda bersama pasangan berlama-lama dalam hubungan seks.
Itulah beberapa mitos terselubung tentang masalah seks yang sering beredar di kalangan masyarakat, terlepas benar atau tidak, pastinya harus anda buktikan sendiri, selamat mencoba.
Berikut mitos terselubung tentang masalah seks yang mungkin sering anda dengar, diantaranya :
- Hubungan seks minimal tiga kali seminggu, meski pun hal ini baik untuk kesehatan dan keharmonisan rumah tangga. Namun ketika pasangan menjadikan hal ini sebagai satu kewajiban yang harus dipenuhi, maka stres dapat melanda jika target yang diharapkan tidak terpenuhi. Daripada memikirkan berapa banyak bercinta dalam sepekan, sebaiknya pikirkan bagaimana meningkatkan kualitas hubungan seks anda. Meski anda bercinta kurang dari 3 kali dalam seminggu tetapi jika hubungan seks anda berkualitas dan sangat memuaskan, maka hitungan di atas tidak perlu dijadikan patokan.
- Seks harus dilakukan secara spontan, hal ini tidak sepenuhnya benar, karena beberapa orang kerap mengeluh kesakitan akibat spontanitas yang berlebihan.
- Melakukan seks karena suasana hati yang baik dan senang, hal ini juga tidak benar namun baik bagi anda. Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi suasana hati seseorang, baik itu kelelahan, kebisingan, anak menangis dan masih banyak lagi. Nah, jika anda berencana menunggu hingga suasana hati anda berdua sama-sama baik, berarti anda termasuk orang yang sabar dalam hubungan seks.
- Kualitas dan kepuasan hubungan seks tidak berpatokan pada berapa lama anda bertahan di atas ranjang, jadi hal ini juga tidak selamanya benar. Karena tidak mungkin anda bersama pasangan berlama-lama dalam hubungan seks.
Itulah beberapa mitos terselubung tentang masalah seks yang sering beredar di kalangan masyarakat, terlepas benar atau tidak, pastinya harus anda buktikan sendiri, selamat mencoba.
Posting Komentar