Menyusui adalah cara alami untuk memberi makan bayi, dengan menyusui anda juga mendekatkan tubuh dan melakukan kontak mata dengan anak. ASI juga mengandung zat khusus yang melindungi bayi dari penyakit seperti pilek dan influenza. Namun, beberapa wanita mengalami masalah, yaitu ASI nya tidak lancar atau memiliki masalah kesehatan lainnya, sehingga tidak bisa memberikan ASI secara memadai. Dengan demikian, maka pemberian susu formula menjadi pilihan alternatif sebagai pengganti ASI. Berikut panduan pemberian susu formula pada bayi yang perlu anda perhatikan :
- Hal yang terpenting adalah memastikan kesesuaian produk dengan usia anak anda. Setiap susu formula memiliki nutrisi dengan komposisi yang disesuaikan dengan usia anak. Jangan sekali-kali memberikan susu sapi biasa ke bayi, susu itu tidak dianjurkan karena tidak memiliki unsur-unsur nutrisi yang tepat untuk bayi dan dapat memicu masalah pencernaan.
- Jangan memberikan lebih atau kurang dari takaran yang ditunjukkan pada kemasan susu. Susu yang terlalu encer akan membuat bayi cepat lapar kembali, dan bila terlalu kental dapat menyulitkan pencernaannya. Selalu gunakan sendok takar yang disertakan dalam kemasan.
- Rebuslah dengan air mendidih botol, cincin dan dot susu yang sudah dicuci sebelum digunakan kembali. Selalu gunakan air matang yang hangat untuk mencampur susu. Susu formula yang berada lebih dari satu jam pada suhu kamar tidak boleh diberikan kepada bayi anda.
- Nafsu makan bayi anda bervariasi dari hari ke hari dan bulan ke bulan, jadi biarkan dia mengatur waktu makannya sendiri. Bayi anda akan meminta susu sesering yang dia perlukan, selama anda memahami dan menanggapi isyaratnya. Ketika bayi anda baru lahir, dia akan minum sedikit tetapi sering, sehingga pemberian botol dilakukan setiap dua atau tiga jam sekali.
- Terutama pada bayi di bawah enam bulan, pemberian susu formula sebaiknya dilakukan seperti halnya memberikan ASI, yaitu dengan menggendong.
- Miringkan botol sedikit sehingga ujung dot selalu penuh dengan susu, bukan udara. Anda akan melihat gelembung-gelembung di dalam botol saat bayi anda mengisap.
Demikian tip dan trik sekaligus panduan pemberian susu formula pada bayi, selamat mencoba dan semoga bermanfaat.
- Hal yang terpenting adalah memastikan kesesuaian produk dengan usia anak anda. Setiap susu formula memiliki nutrisi dengan komposisi yang disesuaikan dengan usia anak. Jangan sekali-kali memberikan susu sapi biasa ke bayi, susu itu tidak dianjurkan karena tidak memiliki unsur-unsur nutrisi yang tepat untuk bayi dan dapat memicu masalah pencernaan.
- Jangan memberikan lebih atau kurang dari takaran yang ditunjukkan pada kemasan susu. Susu yang terlalu encer akan membuat bayi cepat lapar kembali, dan bila terlalu kental dapat menyulitkan pencernaannya. Selalu gunakan sendok takar yang disertakan dalam kemasan.
- Rebuslah dengan air mendidih botol, cincin dan dot susu yang sudah dicuci sebelum digunakan kembali. Selalu gunakan air matang yang hangat untuk mencampur susu. Susu formula yang berada lebih dari satu jam pada suhu kamar tidak boleh diberikan kepada bayi anda.
- Nafsu makan bayi anda bervariasi dari hari ke hari dan bulan ke bulan, jadi biarkan dia mengatur waktu makannya sendiri. Bayi anda akan meminta susu sesering yang dia perlukan, selama anda memahami dan menanggapi isyaratnya. Ketika bayi anda baru lahir, dia akan minum sedikit tetapi sering, sehingga pemberian botol dilakukan setiap dua atau tiga jam sekali.
- Terutama pada bayi di bawah enam bulan, pemberian susu formula sebaiknya dilakukan seperti halnya memberikan ASI, yaitu dengan menggendong.
- Miringkan botol sedikit sehingga ujung dot selalu penuh dengan susu, bukan udara. Anda akan melihat gelembung-gelembung di dalam botol saat bayi anda mengisap.
Demikian tip dan trik sekaligus panduan pemberian susu formula pada bayi, selamat mencoba dan semoga bermanfaat.
Posting Komentar